Kesalahan paling umum adalah merata-rata nilai enam butir. Hasilnya bisa meleset belasan poin, karena bobot tiap butir sangat berbeda.
Rumusnya
Nilai jasmani = (Lari × 40%) + (Renang × 20%) + (Pull Up/Chinning × 10%) + (Sit Up × 10%) + (Push Up × 10%) + (Shuttle Run × 10%)
Contoh Perhitungan
Seorang peserta pria mencatat: lari 3.000 meter, pull up 12 kali, sit up 35 kali, push up 35 kali, shuttle run 18 detik, renang 35 detik.
| Butir | Capaian | Nilai | Bobot | Sumbangan |
|---|---|---|---|---|
| Lari 12 Menit | 3.000 m | 79 | 40% | 31,60 |
| Renang 25 m | 35 detik | 70 | 20% | 14,00 |
| Pull Up | 12 kali | 70 | 10% | 7,00 |
| Sit Up | 35 kali | 80 | 10% | 8,00 |
| Push Up | 35 kali | 79 | 10% | 7,90 |
| Shuttle Run | 18 detik | 70 | 10% | 7,00 |
Nilai jasmani = 31,60 + 14,00 + 7,00 + 8,00 + 7,90 + 7,00 = 75,50.
Bandingkan dengan rata-rata sederhana keenam nilai: (79 + 70 + 70 + 80 + 79 + 70) ÷ 6 = 74,67. Selisihnya kecil di contoh ini karena nilainya merata — tapi begitu satu butir berbobot besar timpang, selisihnya melebar cepat.
Kenapa Selisihnya Bisa Besar
Peserta dengan lari nilai 90 tapi lima butir lain nilai 50 mendapat nilai jasmani 70. Peserta dengan lari 50 dan lima butir lain 90 mendapat 66. Angka mentahnya bertukar, hasilnya tidak simetris — karena lari sendirian membawa 40%.
Praktisnya: hitung sumbangan tiap butir sebelum memutuskan mau melatih apa. Butir berbobot 10% yang sudah bernilai 80 hampir tidak layak dikejar lagi; lari yang masih 50 adalah tambang poin yang belum digali.
Angka di halaman ini mengikuti tabel yang dipakai Kalkulator Jasmani Polri Orang Dalam. Standar dapat berbeda antar-gelombang dan antar-jalur penerimaan — selalu konfirmasi ke panitia seleksi yang menerima berkas Anda.