TIUCPNSContoh Soal

Penalaran Analitis TIU: Soal Urutan, Posisi, dan Penjadwalan

Oleh Tim Redaksi Orang Dalam · 12 September 2026 · 2 menit baca

Soal yang memberi banyak syarat sekaligus dan meminta satu kesimpulan. Ini cara mengerjakannya secara tertib, bukan dengan membayangkan.

Penalaran Analitis TIU: Soal Urutan, Posisi, dan Penjadwalan

Bentuk soal ini mudah dikenali: ada beberapa orang atau benda, ada sejumlah syarat tentang urutan atau posisi mereka, lalu ditanyakan satu kesimpulan. Misalnya lima orang duduk berjajar, diberi empat syarat tentang siapa di sebelah siapa, lalu ditanya siapa yang duduk di tengah.

Soal semacam ini menakutkan karena syaratnya banyak. Tapi justru banyaknya syarat yang membuatnya bisa diselesaikan secara pasti — dan bisa dikerjakan dengan cara yang tertib.

Jangan Membayangkan, Gambarlah

Kesalahan yang membuat soal ini jauh lebih sulit daripada seharusnya adalah mencoba menahan semua syarat di kepala. Empat syarat sudah melampaui kapasitas ingatan kerja kebanyakan orang, terutama di bawah tekanan waktu.

Kebiasaan yang paling banyak menolong sangat sederhana: gambar kerangkanya di kertas buram. Untuk soal urutan, buat garis dengan kotak sebanyak posisi yang ada. Untuk soal penjadwalan, buat kolom per hari.

Urutan Mengerjakan Syarat

Syarat tidak dikerjakan menurut urutan penulisannya, melainkan menurut seberapa mengikat.

Mengerjakan dari yang paling mengikat membuat ruang kemungkinan menyusut cepat, sehingga syarat berikutnya jauh lebih mudah diterapkan.

Kalau Ada Beberapa Kemungkinan

Sering kali syarat yang tersedia tidak menghasilkan satu susunan tunggal, melainkan dua atau tiga kemungkinan. Ini bukan tanda Anda salah.

Yang perlu dilakukan adalah menuliskan semua kemungkinan itu, lalu memeriksa pertanyaannya. Cukup sering, pertanyaan yang diajukan ternyata punya jawaban sama pada semua kemungkinan — dan Anda tidak perlu mempersempit lebih jauh.

Baca Pertanyaannya Lebih Dulu

Kebiasaan yang menghemat banyak waktu: baca pertanyaan sebelum menyusun seluruh kerangka. Kadang yang ditanyakan hanya menyangkut dua unsur, sehingga sebagian syarat tidak perlu diterapkan sama sekali.

Perhatikan juga bentuk pertanyaannya. "Manakah yang pasti benar" menuntut hal berbeda dari "manakah yang mungkin benar" — yang pertama harus berlaku di semua kemungkinan, yang kedua cukup berlaku di salah satunya.

Kapan Harus Berhenti

Soal jenis ini bisa sangat boros waktu bila kerangkanya tidak juga terbentuk. Karena nilainya sama dengan soal TIU lain yang bisa diselesaikan dalam setengah menit, batas waktu pribadi mutlak diperlukan.

Bila setelah menerapkan syarat yang paling mengikat kerangkanya masih kacau, tandai dan lanjut. Sering kali soal ini justru terpecahkan cepat pada pembacaan kedua, ketika pikiran sudah tidak terpaku pada jalan buntu yang pertama.

← Lihat artikel lainnya