TIUCPNSContoh Soal

Soal Cerita Numerik TIU: Perbandingan, Kecepatan, dan Persentase

Oleh Tim Redaksi Orang Dalam · 21 Agustus 2026 · diperbarui 28 Agustus 2026 · 2 menit baca

Soal cerita jarang gagal karena hitungannya sulit. Yang gagal biasanya penerjemahan kalimat menjadi hubungan angka. Ini caranya.

Soal Cerita Numerik TIU: Perbandingan, Kecepatan, dan Persentase

Peserta yang keliru pada soal cerita hampir tidak pernah keliru karena tidak bisa membagi atau mengalikan. Kekeliruannya terjadi lebih awal — pada saat mengubah kalimat menjadi hubungan antar-angka.

Karena itu latihan yang menambah kecepatan berhitung saja tidak memperbaiki bagian ini. Yang perlu dilatih adalah penerjemahannya.

Tulis Apa yang Diketahui, Terpisah dari yang Ditanya

Kebiasaan paling sederhana yang paling banyak menolong: sebelum menghitung apa pun, tuliskan besaran yang diketahui di kertas buram, lalu tuliskan apa yang ditanyakan.

Ini terdengar membuang waktu. Praktiknya justru menghemat, karena kesalahan paling mahal pada soal cerita adalah menghitung dengan benar sesuatu yang tidak ditanyakan — dan kesalahan itu baru ketahuan setelah seluruh pekerjaan selesai.

Perbandingan: Samakan Satuannya Dulu

Pada soal perbandingan, pastikan semua besaran memakai satuan yang sama sebelum dibandingkan. Menit dan jam, gram dan kilogram, meter dan kilometer — pencampuran satuan adalah sumber kesalahan yang paling sering pada bagian ini.

Untuk perbandingan bertingkat, kerjakan berpasangan. Bila A : B adalah 2 : 3 dan B : C adalah 4 : 5, samakan dulu nilai B pada keduanya. B menjadi 12, sehingga A : B : C adalah 8 : 12 : 15.

Kecepatan: Satu Hubungan, Tiga Bentuk

Seluruh soal kecepatan bersandar pada satu hubungan: jarak sama dengan kecepatan dikali waktu. Dua bentuk lainnya hanyalah penyusunan ulang.

Yang ditanyaRumusnya
Jarakkecepatan × waktu
Kecepatanjarak ÷ waktu
Waktujarak ÷ kecepatan

Satu jebakan yang perlu diingat: kecepatan rata-rata pada perjalanan pulang-pergi BUKAN rata-rata dari dua kecepatan. Karena waktu yang ditempuh berbeda, rata-rata sederhana selalu memberi jawaban yang terlalu besar. Hitung total jarak dibagi total waktu.

Persentase: Perhatikan Terhadap Apa

Kesalahan khas pada soal persentase adalah menghitung persen terhadap acuan yang keliru. Kenaikan 20% lalu penurunan 20% tidak mengembalikan angka ke semula, karena penurunan dihitung terhadap nilai yang sudah naik.

Dari 100, naik 20% menjadi 120. Turun 20% dari 120 adalah 24, sehingga hasilnya 96 — bukan 100. Soal semacam ini muncul berulang kali karena efektif membedakan peserta yang membaca teliti.

Untuk soal untung-rugi, pastikan juga acuannya: persentase untung biasanya dihitung terhadap harga beli, sementara persentase diskon dihitung terhadap harga awal.

Perkirakan Sebelum Memilih

Sebelum melihat pilihan jawaban, perkirakan kasar berapa hasilnya. Perkiraan itu menjadi pemeriksa: bila hasil hitungan Anda jauh dari perkiraan, ada langkah yang keliru.

Cara ini juga menyingkirkan kesalahan letak koma dan salah satuan — dua kekeliruan yang menghasilkan jawaban yang bentuknya benar tapi besarnya sepuluh kali lipat, dan yang sering tetap terpilih karena kebetulan tersedia di pilihan jawaban.

Cara paling murah menguji kesiapan adalah mengerjakan latihan dalam kondisi yang menyerupai ujian: waktu dibatasi, tanpa jeda, tanpa membuka catatan. Latihan yang santai memberi rasa aman yang keliru.
← Lihat artikel lainnya