TIUCPNSContoh Soal

Soal Deret Angka TIU: Pola yang Paling Sering Muncul

Oleh Tim Redaksi Orang Dalam · 20 Agustus 2026 · diperbarui 28 Agustus 2026 · 2 menit baca

Deret angka terlihat seperti teka-teki, padahal pola yang dipakai jumlahnya terbatas. Ini urutan pemeriksaan yang menyelesaikan sebagian besar soal.

Soal Deret Angka TIU: Pola yang Paling Sering Muncul

Soal deret angka punya reputasi buruk karena terasa seperti tebak-tebakan: entah polanya langsung terlihat, entah tidak sama sekali. Perasaan itu wajar, tapi keliru. Pola yang dipakai jumlahnya terbatas, dan memeriksanya secara berurutan jauh lebih cepat daripada menunggu ilham.

Selalu Mulai dari Selisih

Langkah pertama untuk deret apa pun: tuliskan selisih antar-suku yang berdekatan. Sebagian besar soal langsung terpecahkan di sini.

Untuk 3, 7, 11, 15, … selisihnya 4, 4, 4 — tetap, jadi suku berikutnya 19. Untuk 2, 5, 10, 17, … selisihnya 3, 5, 7; selisihnya sendiri naik 2 setiap kali, jadi selisih berikutnya 9 dan jawabannya 26.

Kebiasaan menuliskan selisih di kertas buram, bukan menghitungnya di kepala, menghemat waktu lebih banyak daripada yang diduga. Deretan selisih yang terlihat sekaligus membuat polanya kelihatan sendiri.

Kalau Selisih Tidak Menolong, Periksa Rasio

Bila selisihnya melompat tidak beraturan tapi angkanya membesar cepat, kemungkinan besar polanya perkalian. Bagi tiap suku dengan suku sebelumnya.

Untuk 3, 6, 12, 24, … rasionya 2 secara tetap, jadi jawabannya 48. Untuk 2, 6, 24, 120, … rasionya 3, 4, 5 — pengalinya sendiri naik satu, jadi berikutnya dikalikan 6 menjadi 720.

Urutan Pemeriksaan yang Efisien

UrutanYang diperiksaContoh
1Selisih tetap3, 7, 11, 15 → +4
2Selisih bertingkat2, 5, 10, 17 → +3, +5, +7
3Rasio tetap3, 6, 12, 24 → ×2
4Dua deret berselang-seling1, 10, 3, 20, 5, 30
5Gabungan dua operasi3, 7, 15, 31 → ×2 lalu +1
6Kuadrat atau kubik1, 4, 9, 16 → n²
Memeriksa berurutan lebih cepat daripada menebak, karena tiap langkah menyingkirkan sekelompok kemungkinan.

Deret Berselang-Seling: Jebakan yang Paling Sering

Bila selisih maupun rasio sama-sama tidak beraturan, periksa kemungkinan ada dua deret yang disisipkan bergantian. Pada 1, 10, 3, 20, 5, 30, … suku ganjil membentuk 1, 3, 5 sementara suku genap membentuk 10, 20, 30.

Ciri yang paling mudah dikenali: angkanya naik-turun tidak wajar, atau ada lompatan besar yang berulang secara teratur. Begitu Anda curiga, pisahkan menjadi dua baris dan periksa masing-masing.

Kapan Harus Berhenti

Ini bagian yang jarang diajarkan tapi paling menentukan nilai. Bila enam pemeriksaan di atas sudah dilewati dan polanya belum ketemu, soal itu tidak layak diperjuangkan lagi.

Deret angka bernilai sama dengan soal TIU lain, tapi bisa menghabiskan waktu berkali lipat. Menandainya dan melanjutkan ke soal berikutnya adalah keputusan yang benar, bukan kekalahan. Kembalilah bila masih ada sisa waktu.

Waspadai Deret yang Bergantung Dua Suku Sebelumnya

Ada satu bentuk yang tidak akan ketemu lewat pemeriksaan selisih maupun rasio: deret yang tiap sukunya dibentuk dari dua suku sebelumnya.

Pada 1, 1, 2, 3, 5, 8, … tiap suku adalah jumlah dua suku sebelumnya, sehingga selisihnya sendiri membentuk deret yang sama dan tidak pernah menetap. Bentuk semacam ini dikenali dari cirinya: angkanya naik makin cepat, tetapi tidak secepat pola perkalian.

Begitu Anda melihat ciri itu, ujilah langsung dengan menjumlahkan dua suku berdekatan. Pemeriksaan ini hanya butuh beberapa detik dan menutup salah satu bentuk yang paling sering membuat peserta tertahan lama.

Cara Melatihnya

← Lihat artikel lainnya