← Kembali
PolriPanduanNilai Akhir

Cara Nilai Akhir Seleksi Polri Dihitung: Bobot Psikologi, Akademik, dan Jasmani

24 Agustus 2026 · 1 menit baca

Nilai akhir seleksi Polri bukan rata-rata. Ini bobot tiap komponen pada Sidang Rikkes II dan Sidang Akhir untuk lima jalur penerimaan.

Banyak peserta menghitung peluangnya dengan merata-rata nilai psikologi, akademik, dan jasmani. Cara itu keliru: ketiganya punya bobot berbeda, dan bobotnya berubah antar-tahap sidang serta antar-jalur.

Bobot pada Sidang Akhir

Tahap inilah yang menentukan kelulusan. Perhatikan bahwa jasmani sama sekali tidak dihitung pada sidang menengah beberapa jalur, tapi selalu muncul di sidang akhir.

JalurPsikologiAkademikJasmani
AKPOL (Tingkat Panda)40%35%25%
Bintara Rekpro40%35%25%
Bintara PTU40%35%25%
Bakomsus35%45%20%
Tamtama35%25%40%
Bobot bawaan yang dipakai Simulasi Perhitungan Nilai Polri.

Bobot pada Sidang Rikkes II

JalurPsikologiAkademikJasmani
AKPOL (Tingkat Panda)40%35%25%
Bintara Rekpro45%55%
Bintara PTU45%55%
Bakomsus45%55%
Tamtama40%60%

Apa Artinya untuk Persiapan Anda

Angka-angka itu menjawab pertanyaan "saya harus latihan apa dulu?" dengan cukup tegas.

Kesimpulan praktisnya: dua peserta dengan total mentah sama bisa berbeda peringkat hanya karena distribusi nilainya. Memperbaiki komponen berbobot besar selalu lebih murah daripada mengejar sempurna di komponen berbobot kecil.

Halaman ini menjelaskan MEKANISME tes dan cara nilai dihitung. Persyaratan pendaftaran — batas usia, tinggi badan, kualifikasi pendidikan, kuota, dan jadwal — berubah tiap gelombang dan berbeda antar-jalur. Selalu pakai pengumuman resmi panitia sebagai acuan, bukan artikel mana pun.
← Lihat artikel lainnya