JasmaniStrategiPolri

Menyusun Latihan Jasmani Mingguan Tanpa Saling Menghambat

Oleh Tim Redaksi Orang Dalam · 6 September 2026 · 2 menit baca

Melatih semua butir setiap hari terasa rajin, tapi sering memberi hasil lebih kecil. Ini cara membagi porsi berdasarkan bobot dan kecepatan berkembang.

Menyusun Latihan Jasmani Mingguan Tanpa Saling Menghambat

Setelah tahu butir apa saja yang diuji, pertanyaan berikutnya selalu sama: bagaimana membaginya dalam seminggu. Jawaban yang paling umum — latih semuanya setiap hari — terasa paling rajin dan biasanya memberi hasil paling kecil.

Dua Hal yang Menentukan Porsi

Pembagian yang masuk akal bersandar pada dua pertimbangan, dan keduanya bisa diukur.

Kedua pertimbangan itu sering menunjuk arah yang sama. Lari berbobot terbesar sekaligus lambat berkembang, jadi ia menang di kedua sisi.

Bobot yang Perlu Diingat

SistemSusunan bobot
Jasmani PolriLari 40% · Renang 20% · empat butir kekuatan/kelincahan masing-masing 10%
Garjas TNILari 50% dari nilai dasar · empat butir Garjas B berbagi 50% sisanya
Susunan yang dipakai Kalkulator Jasmani Polri dan Kalkulator Garjas TNI Orang Dalam.

Kesimpulan yang langsung terbaca: pada sistem Polri, lari dan renang berdua menyumbang 60% — sementara empat butir yang justru paling sering dilatih di rumah hanya menyumbang 40% berempat.

Kenapa Tidak Semua Setiap Hari

Latihan kekuatan menuntut pemulihan. Melatih kelompok otot yang sama setiap hari tanpa jeda umumnya menghasilkan kemajuan lebih lambat, bukan lebih cepat, karena tubuh tidak diberi kesempatan menyesuaikan diri.

Sebaliknya, latihan daya tahan seperti lari lebih menuntut keteraturan daripada intensitas, sehingga bisa dilakukan lebih sering dengan porsi sedang.

Kerangka Pembagian yang Masuk Akal

Kerangka berikut hanya contoh susunan; sesuaikan dengan kondisi dan waktu Anda.

Uji Rangkaian Penuh Secara Berkala

Satu hal yang sering terlewat: pada hari tes, butir-butir dikerjakan berurutan dalam waktu berdekatan. Kelelahan dari butir sebelumnya ikut menentukan hasil butir berikutnya.

Berlatih per butir secara terpisah tidak pernah memperlihatkan efek itu. Karena itu sesekali — misalnya sebulan sekali — kerjakan seluruh rangkaian dalam satu sesi. Hasilnya hampir selalu lebih rendah daripada latihan terpisah, dan angka itulah yang lebih mendekati kenyataan.

Dahulukan yang Lemah, Bukan yang Menyenangkan

Kecenderungan alami adalah melatih butir yang sudah kita kuasai, karena mengerjakannya menyenangkan dan angkanya bagus. Itu penggunaan waktu yang paling tidak efisien.

Tambahan nilai terbesar per jam latihan hampir selalu datang dari butir berbobot besar yang nilainya masih rendah. Memeriksa hal ini secara jujur, dengan angka, jauh lebih berguna daripada mengandalkan perasaan tentang butir mana yang "perlu ditingkatkan".

Halaman ini membahas persiapan seleksi, bukan nasihat medis. Untuk keluhan fisik, kondisi kesehatan, atau perubahan berat badan yang signifikan, tenaga kesehatan adalah pihak yang tepat untuk dimintai pertimbangan.
← Lihat artikel lainnya