Tes Koran
Memeriksa sesi…

TES KORAN

Latih fokus, satu hitungan setiap kali.

Pilih Kraepelin atau Pauli. Pelajari caranya lewat contoh singkat, lalu ukur kecepatan dan ketelitian berhitung Anda.

Memeriksa akses…
ABA-ABA PINDAH

Kraepelin

Jumlahkan dari bawah ke atas. Berpindah kolom otomatis setiap 30 detik.

Durasi sedang dimuat

Durasi mengikuti pengaturan tes dan akses akun Anda.

Coba Kraepelin
ABA-ABA GARIS

Pauli

Jumlahkan dari atas ke bawah. Teruskan deret saat aba-aba garis setiap 3 menit.

Durasi sedang dimuat

Durasi mengikuti pengaturan tes dan akses akun Anda.

Coba Pauli

Hasil merupakan catatan latihan, bukan diagnosis atau keputusan kelulusan seleksi.

Menyiapkan pilihan tes…

Tes Koran Online — Simulasi Pauli & Kraepelin

Simulasi tes koran (tes Pauli dan tes Kraepelin) langsung di browser: deret angka dijumlahkan lajur demi lajur dengan aba-aba perpindahan waktu, lalu hasilnya diukur pada kecepatan, ketelitian, dan kestabilan kerja.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa beda tes Pauli dan tes Kraepelin?

Keduanya sama-sama menjumlahkan dua angka yang bersebelahan pada deret panjang. Bedanya pada arah dan aba-aba: Kraepelin dikerjakan dari bawah ke atas dengan perpindahan lajur setiap beberapa detik, sedangkan Pauli dikerjakan dari atas ke bawah dengan durasi lebih panjang dan penanda garis saat aba-aba diberikan.

Apa yang sebenarnya dinilai dari tes koran?

Yang dinilai bukan sekadar jumlah jawaban benar, melainkan pola kerja sepanjang waktu: seberapa cepat mengerjakan, seberapa teliti, seberapa stabil dari lajur ke lajur, dan bagaimana daya tahan saat mulai lelah. Grafik yang naik-turun tajam dibaca berbeda dari grafik yang datar dan konsisten.

Di seleksi mana tes koran dipakai?

Tes koran umum dipakai pada seleksi TNI dan POLRI, rekrutmen BUMN, serta psikotes kerja di banyak perusahaan. Formatnya relatif seragam sehingga latihan pada satu varian tetap membantu untuk varian lain.

Bagaimana cara berlatih agar hasilnya membaik?

Utamakan kestabilan sebelum kecepatan. Banyak peserta memulai sangat cepat lalu menurun tajam di pertengahan — pola ini justru dinilai kurang baik. Berlatih rutin dalam durasi pendek namun sering biasanya lebih efektif daripada satu sesi panjang sekali waktu.